Tampilkan postingan dengan label Inspirational. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirational. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2010

rata-rata

betapa mudahnya menjadi "rata-rata". Peringkat menengah ini disesaki dengan para pemikir status quo dan para pekerja yang sudah dapat dapat dipredisikan. betapa langkahnya orang-orang yang hidup berbeda

Read more...

Minggu, 28 Februari 2010

Mother Theresia

Terlahir dengan nama Agnes Gonxha yang berarti Kuncup Bunga dari keluarga harmonis dan bahagia Bojaxhiu, tanggal 26 Agustus 1910 di Skopje, Albania. Ayahnya adalah seorang yang memiliki semangat hidup besar dan aktif di bidang politik. Ibunya bijaksana dan berkepribadian kuat, sangat disiplin namun baik hati. Agnes lahir dalam keluarga penganut katolik yang saleh. Sang ibu sedapat mungkin membawa anak-anaknya untuk menghadiri misa pagi, mengajari anak-anaknya berdoa dan menolong orang-orang yang kehidupannya tidak sebaik mereka. Ternyata inilah "benih" yang tersemai dalam hati Agnes, untuk suatu saat dalam hidupnya dia memilih suatu keputusan yang radikal bagi Tuhan, yaitu menjadi sahabat bagi mereka yang termiskin dalam arti sesungguhnya.Usia 18 tahun Agnes mengambil keputusan bulat menjadi biarawati untuk melakukan pekerjaan misi di India, membaktikan diri bagi kaum miskin. Agnes masuk dalam ordo "Sister of Loreto". Tanggal 6 Januari 1929 tiba di India dan 4 bulan kemudia (23 Mei 1929) Agnes menjadi novis dan mengganti namanya menjadi TERESA (nama seorang biarawati Perancis dari ordo Karmelit yang menjalani masa hidupnya yang pendek di sebuah biara di Lisieux). 24 Mei 1931 suster Teresa mengucapkan kaulnya, kemudian ia ditugaskan ke Darjeeling, kota diperbukitan kaki Himalaya untuk mengajar di sekolah biara Loreto sambil membantu di rumah sakit. Itulah bekal yang ia dapatkan sebelum akhirnya 100% mengabdikan diri bagi mereka yang terabaikan. Selanjutnya ia dipindahkanke Entally, sebuah perkampungan kumuh disisi timur kota. Setelah mengucapkan kaul kekalnya pada tanggal 14 Mei 1937, ia diangkat menjadi kepala sekolah St. Mary's School.Setelah hampir 19 tahun tinggal di lingkungan biara sebagai novis, suster Teresa semakin merasa tidak sejahtera melihat suatu kontradiksi antara lingkungan di dalam dan di luar biara. Hatinya mulai terketuk, teringat apa yang menjadi kerinduannya yang paling dlam. Tahun 1943 Benggala dilanda bencana kelaparan, 5 juta orang meninggal dunia dan banyak yang mengungsi ke Calcutta. Jalan-jalan penuh dengan orang yang kelaparan dan sekarat. Tahun 1946 terjadi huru hara besar dan tindak kekerasan akibat bentrokan golongan Islam dan Hindu, lebih dari 4000 orang terbunuh dalam 5 hari.

Sebulan sesudah terjadinya peristiwa itu, suster Teresa mendapatkan peneguhan akan panggilannya dan ia yakin bahwa Tuhan menghendaki ia melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang teramat penting. Tanggal 10 September 1946 itulah disebut sebagai "inspiration day". Saat itu ia berusia hampir 40 tahun, ia sangat yakin bahwa Tuhan menghendaki ia turun kejalan-jalan kota Calcutta, hidup dan bekerja di tengah-tengah kaum termiskin di kawasan kumuh yang terletak di luar tembok biara. Tuhan menghendaki agar ia bukan saja melepaskan kedudukannya selaku kepala sekolah, tetapi meninggalkan sekolah, minggalkan ordonya, meninggalkan tembok-tembok biara yang melindunginya.

Tanggal 8 Agustus dengan berbekal selembar busana sari (terbuat dari kain katun murah berwarna putih dengan garis-garis biru dipinggirnya yang merupakan pakaian wanita Benggali golongan miskin) serta sebuah salib kecil dan sebuah rosario, suster Teresa memulai misinya. Lewat belajar di Medical Mission Sisters Patna, sekitar 240 mil dari Calcutta, suster Teresa belajar tentang cara-cara merawat kaum miskin. Membantu di The Holy Family Hospital sangat menolong dan membekalinya untuk belajar menangani persalinan, bedah juga keahlian sebagai perawat, tenaga laboratorium dan ahli gizi. Ia membantu mengurus mereka yang sakit kolera, cacar, juga mereka yang sekarat karena terlantar dan miskin. Membangun hubungan dengan mereka yang dilayani.adalah jembatan untuk suster Teresa memahami dan ikut menjalani kehidupan mereka.Awalnya radikalisme suster Teresa sangat luar biasa karena dia hanya makan nasi dan garam, tapi atasnasehat para suster, ia mulai memperhatikan makanan dan gizi, supaya badannya kuat dan semakin banyak hal yang dapat ia kerjakan. Maka begitu ada beberapa gadis yang mulai membantu misinya, suster Teresa meminta mereka sarapan dulu sebelum mereka bekerja. Juga baju sari yang mereka pakai harus dicuci dan diganti setiap hari kadang-kadang 2x sehari. Pelayanan suster Teresa sangat terasa warna kewanitaannya. Bukan hanya radikal tetapi tetap memiliki sentuhan dan pemikiran seorang wanita yang memperhatikan hal-hal yang sangat sehari-hari (pakaian, makanan dan sebagainya).

5 orang suster yang memulai misi ini (Congregation of the missionaries of charity) adalah: suster Teresa, Subashini Das menjadi suster Agnes, Magdalena menjadi suster Gertrude (keduanya adalah mantan murid dari suster Teresa), suster Dorothy dan suster Margaret Mary. Dalam menjalankan misinya para suster dari ordo cinta kasih inidikenal sebagai suster yang tabah, ramah dan periang. Setiap suster memiliki "harta" sebagai berikut: 3 perangkat sari (satudipakai, satu dicuci dan satu lagi ditambal), sepasang sandal, 2 pasang pakaian dalam, seuntai rosario dan sebuah salib kecil yang disematkan kebagian bahu kiri sarinya. Pakaian dalam mereka sering kali terbuat dari karung-karung gandum bekas yang harus dicuci dulu sampai sekitar sepuluh kali, sampai sudah cukup lunak agar bisa dipakai.

Suster Teresa sangat cermat, dia mengatur segala sesuatu termasuk bagaimana supaya para suster yang membantunya tetap bisa belajar, bekerja dan beristirahat. Selain itu ia menyusun anggaran dasar ordo yang dipimpinnya dan menyerahkannya kepada uskup agung. Pada 7 Oktober 1950 ordo misionaris cinta kasih memperoleh pengakuan dari gereja katolik dengan persetujuan Paus.

Begitu cintanya suster Teresa pada India maka ia pun memutuskan untuk menjadi warga negara India, sehingga makin menyatulah jiwanya dengan panggilan yang Tuhan taruh dalam hidupnya. Tahun 1979 suster Teresa menerima hadiah penghargaan nobel untuk perdamaian. Tahun 1965 Paus Paulus VI mengizinkan ordo ini berkarya diluar India, sejak saat itu Tuhan membawa pelayanan iniberkembang keseluruh dunia. Suster Teresa "menularkan" teladan untuk mengasihi mereka yang miskin dan terbuang dengan cinta kasih. Karyanya tidak pernah habis untuk dibicarakan dan menginspirasi banyak orang untuk mengikuti teladannya.(aa)

disarikan dari buku: Mereka yang berjasa bagi dunia - Bunda Teresa, Charlotte Gray - Gramedia

Read more...

Musisi

" Musisi menggunakan waktu untuk membuat simfoni, Keluarga menggunakan waktu untuk membuat Harmoni "

Dr. Edwin L Cole

Read more...

Berdoalah

BERDOALAH untuk memperoleh Kebiasaan Berdoa
BERDOALAH sampai saudara dapat Berdoa....
kata-kata ini saya dapat dari abba love ministry

Read more...

Sabtu, 27 Februari 2010

Meja Kayu

Suatu ketika, seorang kakek yang sudah sangat tua harus tinggal bersama dirumah anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan cucunya yang berusia

6 tahun. Tangan orangtua ini sudah begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannyapun sudah sangat buram, dan berjalannyapun sudah tertatih-tatih. Keluarga ini biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek yang sudah pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.

Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si orangtua ini meraih gelas, segera saja air yang ada didalamnya tumpah membasahi taplak meja makan.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang Istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk orang tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun sepakat untuk membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.

Karena sering memecahkan piring, anak dan menantunya juga sepakat untuk memberikan mangkuk kayu untuk si Kakek tua ini. Saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, mereka sering mendengar isak tangis sang kakek dari sudut ruangan. Terlihat juga airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput mata si kakek tua itu. Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak menyentuh hati anak dan manantunya, malah selalu saja, kata yang keluar dari anak dan menantunya ini adalah omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Cucu si kakek tua yang baru berusia 6 tahun ini sering dibuat tertegun memandangi semua perlakuan orangtuanya. Sampai pada suatu malam, ayah sianak ini tanpa sengaja melihat anaknya yang sedang bermain dengan peralatan kayu.

Dengan lembut ditanyalah anak itu. " Sayang Kamu sedang membuat apa …?".

Lalu dengan lugunya anak ini menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu untuk makan ayah dan ibu nanti kelak kalo aku sudah besar.

Meja itu nanti akan kuletakkan di sudut sana, dekat tempat kakek biasa makan." Sambil tersenyum anak itu segera melanjutkan permainannya. Sungguh jawaban anak ini telah membuat kedua orangtuanya sangat terpukul. Suara mereka tiba-tiba berubah menjadi parau; Mulut mereka terkunci rapat; dan tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, perlahan-lahan airmatapun mulai menitik membasahi kedua pipi suami istri ini. Walau tak ada kata-kata yang terucap, tapi mereka kini benar-benar telah menyadari, ada sesuatu yang salah yang telah mereka lakukan pada orang tua mereka. Maka pada malam itu juga, mereka menuntun tangan orangtunya untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.

NB : waktu baca artikel ini, saya diingetin lagi sama suatu ayat yang sangat terkenal

Keluaran 20:12
"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."
Gua dapat dari Ray Stephan Muljana

Read more...

Rabu, 17 Februari 2010

10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN

1. Mengurangi stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian

Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Pemenang

" Pemenang bukanlah Orang yang
tidak pernah GAGAL, melainkan Orang
yang tidak pernah berhenti
MENCOBA"
- Edwin Louis Cole -

Read more...

About This Blog

Isi Buku Tamu Ya......


ShoutMix chat widget

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP